Rabu 02 Nov 2022 17:30 WIB

Gibran Akui Mobil Listrik tak Jadi Prioritas di Kota Solo

Walkot Solo Gibran Rakabuming akui mobil listrik tidak jadi prioritas di wilayahnya.

Rep: C02/ Red: Bilal Ramadhan
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Gibran akui mobil listrik tidak jadi prioritas di wilayahnya.
Foto: Muhammad Noor Alfian
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Gibran akui mobil listrik tidak jadi prioritas di wilayahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mencoret mobil listrik dari Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Daerah (APBD) 2023 Kota Solo. Gibran beralasan bahwa jika secara skala prioritas pengadaan mobil listrik bukan di urutan pertama.

"Ya intinya ini, kita lihat urgensinya ya dan skala prioritasnya ya. Kalau mau beli mobil saya kira timing-nya tidak pas," kata Gibran ketika ditemui Balai Kota, Rabu (2/11/2022).

Baca Juga

Gibran menjelaskan bahwa alasan paling mendasar adalah anggaran yang seharusnya digunakan untuk mobil listrik akan dialihkan untuk menyokong proyek pembangunan fisik, salah satunya adalah pembangunan pasar. Pasalnya, pihaknya berharap hak tersebut bisa memicu percepatan ekonomi.

"Ini kan kita sedang berusaha untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi. Kalau yang namanya mobil nanti bisa ditunda dulu lah ya. Wong sekarang harga mobil listrik Masih mahal mahal," katanya.

Sementara itu, Pihak Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo sendiri mengatakan ada dua pembangunan pasar yang masuk anggaran 2023. Yakni pembangunan Pasar Joglo sekitar Rp 4 miliar. sedangkan di Pasar Mebel Bang Mojo sekitar Rp 18 miliar.

"Jadi kalau pasar untuk tahun besok 2023 itu pembangunan Pasar Joglo, dan yang kedua pasar mebel di Mojo. Untuk Pasar Jongke itu dari anggaran pusat, jadi ada tiga pasar yang dibangun di tahun besok. Ya kita berharap Januari bisa segera bisa dimulai pengerjaannya. Mungkin ada yang 4 bulan atau 5 bulan." kata kepala Disdag Kota Solo Heru Sunardi.

Selain itu, Heru mengatakan bahwa rencana pembangunan Pasar joglo dan Pasar Mebel akan dimulai awal tahun mendatang. Setidaknya penggarapan akan dimulai pada Februari tahun 2023.

"Pasar Joglo karena terdampak adanya pembangunan elevated rail akhirnya pasarnya dipindah di bekas SD Sekip," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement