Kamis 19 Aug 2021 10:52 WIB

Terkendala Akses, Vaksinasi Disabilitas Dipercepat

Percepatan vaksin dilakukan dengan sistem door to door untuk menjangkau disabilitas.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Hiru Muhammad
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X (kanan) menyapa peserta vaksinasi di Grab Vaccine Centre, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (17/6/2021). Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur DIY Paku Alam X meninjau langsung kegiatan vaksinasi yang diikuti mitra pengemudi Grab, pelaku wisata, lansia, abdi dalem dan penyandang disabilitas.
Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X (kanan) menyapa peserta vaksinasi di Grab Vaccine Centre, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (17/6/2021). Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur DIY Paku Alam X meninjau langsung kegiatan vaksinasi yang diikuti mitra pengemudi Grab, pelaku wisata, lansia, abdi dalem dan penyandang disabilitas.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Tim Penggerak PKK DIY mendorong adanya percepatan vaksinasi Covid-19 terhadap penyandang disabilitas. Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKBRAA Paku Alam mengatakan, vaksinasi untuk disabilitas masih terkendala dibandingkan vaksinasi kepada masyarakat umum.

Terutama kendala akses dan kemampuan mobilitas untuk mencapai sentra-sentra vaksinasi. Sehingga, pihaknya meminta adanya percepatan vaksinasi terhadap penyandang disabilitas.

Salah satunya dengan dijalankannya sistem door to door untuk menjangkau disabilitas. Sehingga, percepatan dan pemerataan vaksinasi pun dapat dilakukan dalam rangka membentuk herd immunity. "Ada upaya lebih yang harus dilakukan salah satunya mempertimbangkan sistem door to door untuk mereka yang benar-benar tidak bisa melakukan mobilitas karena banyak faktor," katanya di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (18/8).

Selain itu, ia juga berharap agar tidak hanya disabilitas yang divaksin. Namun, pendamping yang ada di sekitarnya termasuk keluarga juga dapat divaksin.

Sebab, penyandang disabilitas juga merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19. Sehingga, orang-orang yang ada disekitarnya juga diharapkan dapat divaksin secara merata."Pendamping tidak hanya satu malah bisa sekeluarga. Saya ingin sekeluarga juga ikut divaksin, bisa pakai Sinovac atau yang lain. Kalau untuk disabilitas kan biasa pake Sinopharm atau Sinovac," ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden bidang sosial, Angkie Yudistia mengatakan, pihaknya akan memastikan pelaksanaan vaksinasi pada penyandang disabilitas bisa berjalan sesuai target. Ia juga berharap adanya edukasi yang masif dilakukan melalui PKK kepada penyandang disabilitas.

"Guna mempercepat vaksinasi pada disabilitas, saya kira edukasi juga penting, banyak yang takut vaksin. Disini saya memohon peran ibu-ibu untuk membantu mengedukasi saudara-saudara kita kaum disabilitas," kata Angkie.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement